Waspadai
Bahan- Bahan Kimia disekitar Anda
Apakah anda
mengetahui bagaimana kondisi lingkungan disekitar anda? Apakah Anda pernah
berfikir bahaya menyerang dimanapun anda berada? Yaa bahaya disekitar
lingkungan kita sangat
berbahaya bagi kesehatan tubuh kita. Mulai dari hal kecil yang sangat sepele
yang dapat membunuh tubuh kita secara perlahan-lahan. Berikut adalah zat-zat berbahaya
pada lingkungan kita :
1. PVC (Polyvinyl Chloride)
Bahan baku yang diperlukan untuk pembuatan
resin PVC adalah gas chlorine dan ethylene. Gas chlorine didapat dari garam
dapur, dan ethylene dihasilkan dari minyak bumi. Porsi chlorine adalah 57% dari
keseluruhan berat PVC, jadi PVC termasuk bahan plastik dengan ketergantungan
yang rendah terhadap minyak bumi yang ketersediaannya kian hari kian menipis.
PVC biasanya digunakan untuk pembuatan mainan anak sebagai “stabilizer”.
PVC tidak hanya digunakan pada produk
mainan anak, tapi juga produk–produk rumah tangga yang terbuat dari plastik.
Penggunaan cat (pewarna) yang mengandung timbal juga digunakan pada produk mainan
anak yang tujuannya untuk mewarnai mainan tersebut sehingga menarik. Selain itu
alat-alat untuk melukis (menggambar) seperti krayon dan pensil warna juga
diduga mengandung Timbal. Di
Amerika, produk mainan yang diduga mengandung timbal contohnya adalah pensil
warna, krayon, produk bayi yang terbuat dari plastik, produk dalam bentuk
perhiasan (kalung, gelang atau cincin).
Kebanyakan zat PVC ini meracuni anak –
anak karena kei nginan pengetahuan tinggi terhadap anak atas apa yang ia lihat.
Banyak anak-anak yang mengigit mainannya karena penasaran dengan rasanya.
Jangankan untuk mengigitnya, racun pun bisa masuk kedalam tubuh karna
memegangnya. Maka dari itu sebaiknya apabila kita memegang bahan-bahan yang
terbuat dari pelastik lebih baik kita cuci tangan sesudah memegangnya.
2. OZONE
Ozone saat ini menjadi isue berat karena
berkalitan dengan global warming. Saat ini ozone bumi kita semakin menipis
karena adanya dampak global warming. Akibat dari ini disebut pencemaran ozone.
Pencemaran ozone sangan berbahaya bagi tubuh kita, apalagi kalau ozone sampai
ketanah bumi kita. Berikut adalah bahaya ozone bagi kesehatan :
· Dengan konsentrasi 0,3 ppm selama 8
jam akan menyebabkan iritasi pada mata.
· 0,3 – 1 ppm selama 3 menit s.d. 2 jam
akan memberikan reaksi seperti tercekik, batuk, kelesuan.
· 1,5 – 2 ppm selama 2 jam akan
mengakibatkan sakit dada batuk-batuk, sakit kepala, kehilangan koordinasi serta
sulit ekspresi dan gerak.
3. SULFUR DIOKXIDA
Sulfur dioxida, disemburkan ke udara oleh
pabrik-pabrik berbahan bakar batu bara, menyumbang pada formasi hujan asam yang
telah merusak ekosistem laut, serta meningkatkan penyakit pernapasan, terutama
pada anak-anak dan orang berusia lanju, yang dapat memicu gejala asma yang
parah, serta memperparah penyakit paru-paru dan jantung.
4. TRICLOSAN DAN TRICLOCARBAN
(ANTIBAKTERI)
Triclosan dan triclocarban merupakan zat
kimia anti bakteri yang biasanya ditambahkan pada produk-produk makanan. Dalam
penelitian laboratorium, didapati bahwa kedua zat ini mengacaukan system hormon
dan bisa mendorong pertumbuhan bakteri penolak obat atau yang sering disebut
dengan “superbug.”
Percobaan pada binatang menunjukkan bahwa
kedua zat ini dapat mempengaruhi hormon yang sangat penting bagi perkembangan
dan berfungsinya otak dan system reproduksi secara normal. Triclosan
diasosiasikan dengan tingkat hormon tiroid dan testosteron yang sangat rendah,
yang dapat mengakibatkan perubahan perilaku, ketidak mampuan belajar, atau
kemandulan.
5. DIOXIN
Sebuah badan perlindungan lingkungan di Amerika Serikat
Environmental Protection Agency (EPA) mengemukakan bahwa setiap pembalut/tampon
yang dibuat dengan bahan baku serbuk kayu melalui proses bleaching (pemutihan)
dan kertas bekas, maka akan menimbulkan zat berbahaya dioxin. Hal ini sering
bahkan banyak dilakukan oleh produsen demi menghemat biaya produksi, namun
dapat membahayakan hidup wanita.
Selain
membahayakan kesehatan kita dari jejak dioxin dalam produk sanitasi yang
terbuat dari klorin-dikelantang pulp dan kertas, proses pembuatan produk ini
menambah polutan ke lingkungan kita.
Sumber:
Fardiaz,
Polusi Air dan Udara, 1992
Soemirat, Epidemiologi Lingkungan, 2002
Wardhana, Dampak Pencemaran Lingkungan, 2001
Tidak ada komentar:
Posting Komentar