Selasa, 07 Oktober 2014

6.2 Kepustakaan dan Data

Studi kepustakaan dapat diartikan sebagai suatu langkah untuk memperoleh informasi dari penelitian terdahulu yang harus dikerjakan, tanpa memperdulikan apakah sebuah penelitian menggunakan data primer atau data sekunder, apakah penelitian tersebut menggunakan penelitian lapangan ataupun laboratorium atau didalam museum. Ada empat studi umum kepustakaan;

1.    Peneliti berhadapan langsung dengan teks (nash) atau data angka dan bukan dengan pengetahuan langsung dari lapangan atau saksi mata (eye witness) berupa kejadian, orang, atau benda lainnya.
2.      Data pustaka bersifat siap pakai (ready mode): peneliti tidak kemana-mana kecuali hanya berhadapan langsung dengan bahan sumber yang sudah tersedia di perpustakaan.
3.       Data perpustakaan umummnya sumber sekunder artinya: bahwa peniliti memperoleh bahan dari tangan kedua dan bukan data orisinil dari tangan pertama di lapangan.
4.         Bahwa kondisi data pustaka tidak dibatasi oleh ruang dan waktu.

Studi kepustakaan merupakan suatu kegiatan yang tidak dapat dipisahkan dari suatu penelitian. Teori-teori yang mendasari masalah dan bidang yang akan diteliti dapat ditemukan dengan melakukan studi kepustakaan.
Dengan melakukan studi kepustakaan, peneliti dapat memanfaatkan semua informasi dan pemikiran-pemikiran yang relevan dengan penelitiannya.
Untuk mendapatkan informasi yang diperlukan peneliti mengetahui sumber-sumber informasi tersebut, misalnya kartu katalog, referensi umum dan khusus, buku-buku pedoman, buku petunjuk, laporan-laporan penelitian, tesis, disertasi, jurnal, ensiklopedi, dan bahan-bahan khusus lain. Ada beberapa strategi untuk mennyampaikan studi pustaka konseptual ;

1.     Ungkap kajian pustaka yang benar-benar terkait erat dengan variabel penelitian.
2.     Ungkap kajian pustaka dengan urutan dari mulai paparan variabel bebas sampai dengan variabel terikat atau ungkapan dari variabel yang sifatnya umum dan nampak lebih menyaa antara tataran variabel tersebut dan bukan merupakan kumpulan kutipan sehingga tidak menjadi suatu pola pemikiran yang menyeluruh.
3.     Dapat diungkapkan hal-hal yang berkaitan dengan karakteristik sampel dan demografinya, bila memang dibutuhkan.

Dalam mempelajari tentang studi kepustakaan alangkah baiknya kita perlu mengetahui tujuan dari studi kepustakaan terlebih dahulu. Berikut adalah tujuan dari Studi kepustakaan yang dilakukan sebelum melakukan penelitian ;

}  Menemukan suatu masalah untuk diteliti. Dalam arti bukti-bukti atau pernyataan bahwa masalah yang akan diteliti itu belum terjawab atau belum terpecahkan secara memuaskan atau belum pernah diteliti orang mengenai tujuan, data dan metode, analisa dan hasil untuk waktu dan tempat yang sama.
}  Mencari informasi yang relevan dengan masalah yang akan diteliti.
}  Mengkaji beberapa teori dasar yang relevan dengan masalah yang akan diteliti.
} Menggali teori-teori yang relevan dengan permasalahan penelitian dan melakukan komparasi komparasi dan menemukan konsep-konsep yang relevan dengan pokok masalah yang dibahas dalam penelitian.
}  Mencari landasan teori yang merupakan pedoman bagi pendekatan pemecahan masalah dan pemikiran untuk perumusan hipotesis yang akan diuji dalam penelitian.

Bagi para pemula disarankan untuk menggunakan studi kepustakaan yang berasal dari kepustakaan konseptual. Kepustakaan konseptual adalah artikel yang ditulis oleh para ahli yang dalam penyampaiannya sangat ditentukan oleh ide-ide atau pengalaman oleh para ahli tersebut. Mengapa harus menggunakan kepustakaan konseptual bagi pemula? Hal ini dilakukan untuk lebih memudahkan dalam merangkum dan mengategorikan teori sesuai dengan kebutuhan pada saat akan membuat kerangka konseptual.

Sumber :
}  Modul 6.2