Studi kepustakaan dapat diartikan
sebagai suatu langkah untuk memperoleh informasi dari penelitian terdahulu yang
harus dikerjakan, tanpa memperdulikan apakah sebuah penelitian menggunakan data
primer atau data sekunder, apakah penelitian tersebut menggunakan penelitian
lapangan ataupun laboratorium atau didalam museum. Ada empat
studi umum kepustakaan;
1. Peneliti berhadapan
langsung dengan teks (nash) atau data angka dan bukan dengan pengetahuan
langsung dari lapangan atau saksi mata (eye witness) berupa kejadian, orang,
atau benda lainnya.
2. Data pustaka bersifat siap
pakai (ready mode): peneliti tidak kemana-mana kecuali hanya berhadapan
langsung dengan bahan sumber yang sudah tersedia di perpustakaan.
3. Data perpustakaan umummnya
sumber sekunder artinya: bahwa peniliti memperoleh bahan dari tangan kedua dan
bukan data orisinil dari tangan pertama di lapangan.
4. Bahwa kondisi data pustaka tidak dibatasi
oleh ruang dan waktu.
Studi
kepustakaan merupakan suatu kegiatan yang tidak dapat dipisahkan dari suatu
penelitian. Teori-teori yang mendasari masalah dan bidang yang akan diteliti
dapat ditemukan dengan melakukan studi kepustakaan.
Dengan melakukan
studi kepustakaan, peneliti dapat memanfaatkan semua informasi dan
pemikiran-pemikiran yang relevan dengan penelitiannya.
Untuk
mendapatkan informasi yang diperlukan peneliti mengetahui sumber-sumber
informasi tersebut, misalnya kartu katalog, referensi umum dan khusus,
buku-buku pedoman, buku petunjuk, laporan-laporan penelitian, tesis, disertasi,
jurnal, ensiklopedi, dan bahan-bahan khusus lain. Ada beberapa strategi untuk
mennyampaikan studi pustaka konseptual ;
1. Ungkap kajian
pustaka yang benar-benar terkait erat dengan variabel penelitian.
2. Ungkap kajian
pustaka dengan urutan dari mulai paparan variabel bebas sampai dengan variabel
terikat atau ungkapan dari variabel yang sifatnya umum dan nampak lebih menyaa
antara tataran variabel tersebut dan bukan merupakan kumpulan kutipan sehingga
tidak menjadi suatu pola pemikiran yang menyeluruh.
3. Dapat diungkapkan
hal-hal yang berkaitan dengan karakteristik sampel dan demografinya, bila
memang dibutuhkan.
Dalam
mempelajari tentang studi kepustakaan alangkah baiknya kita perlu mengetahui
tujuan dari studi kepustakaan terlebih dahulu. Berikut adalah tujuan dari Studi
kepustakaan yang dilakukan sebelum melakukan penelitian ;
} Menemukan suatu masalah untuk
diteliti. Dalam arti bukti-bukti atau pernyataan bahwa masalah yang akan
diteliti itu belum terjawab atau belum terpecahkan secara memuaskan atau belum
pernah diteliti orang mengenai tujuan, data dan metode, analisa dan hasil untuk
waktu dan tempat yang sama.
} Mencari informasi yang relevan dengan
masalah yang akan diteliti.
} Mengkaji beberapa teori dasar yang
relevan dengan masalah yang akan diteliti.
} Menggali teori-teori yang relevan
dengan permasalahan penelitian dan melakukan komparasi komparasi dan menemukan
konsep-konsep yang relevan dengan pokok masalah yang dibahas dalam penelitian.
} Mencari landasan teori yang merupakan
pedoman bagi pendekatan pemecahan masalah dan pemikiran untuk perumusan
hipotesis yang akan diuji dalam penelitian.
Bagi para pemula
disarankan untuk menggunakan studi kepustakaan yang berasal dari kepustakaan
konseptual. Kepustakaan konseptual adalah artikel yang ditulis oleh para ahli
yang dalam penyampaiannya sangat ditentukan oleh ide-ide atau pengalaman oleh
para ahli tersebut. Mengapa harus menggunakan kepustakaan konseptual bagi
pemula? Hal ini dilakukan untuk lebih memudahkan dalam merangkum dan
mengategorikan teori sesuai dengan kebutuhan pada saat akan membuat kerangka
konseptual.
Sumber :
} Modul
6.2
Tidak ada komentar:
Posting Komentar